First Day Of School

First Day Of School

Pada tanggal 16 Juli 2018 merupakan hari pertama bagi siswa-siswi SMA Sedes Sapientiae Bedono untuk memulai tahun pelajaran baru yaitu tahun 2018/2019. 

Langkah Penuh Semangat ke Sedes

Langkah Penuh Semangat ke Sedes

Pada hari Minggu, 15 Juli 2018 merupakan hari terakhir MPLS. Seluruh siswa  bangun pukul 03.00 pagi dan mengikuti olah raga untuk pemanasan guna memulai perjalanan ke Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA). 

Get to Know Our School ( Day IV )

Get to Know Our School ( Day IV )

Hari keempat dimulai dengan jalan bersama untuk anak nonasrama. Setiap peserta diajak untuk jalan santai mengelilingi Bedono dari pukul 04.00 – 05.00. 

Get to Know Our School ( Day III )

Get to Know Our School ( Day III )

Hari kedua masa pengenalan lingkungan telah berlalu dan dilanjutkan padai hari ketiga yaitu Jumat, 13 Juli 2018. 

1  2  3  4  5  ...  68

PERINGATAN BULAN BAHASA 2017 DI SMA SEDES SAPIENTIAE

04 December 2017

PERINGATAN BULAN BAHASA 2017 DI SMA SEDES SAPIENTIAE
Oktober merupakan bulan yang diperingati sebagai bulan Bahasa di Indonesia. SMA Sedes Sapientiae Bedono juga turut ambil bagian dalam menyemarakkan bulan Bahasa tahun ini dengan mengadakan beberapa lomba di dalam lingkungan sekolah yang akan berlangsung sepanjang bulan Oktober. Adapun lomba – lomba yang diselenggarakan yaitu : lomba menulis refleksi, lomba mengarang puisi, lomba menulis lirik lagu, dan lomba majalah dinding ( mading ) bahasa Inggris dan Indonesia. Perlombaan ini  diikuti oleh seluruh siswa.
            Pertama, yaitu lomba menulis refleksi yang diikuti oleh seluruh siswa kelas X. Lomba ini mewajibkan siswa untuk menulis sebuah karangan refleksi tentang kehidupan mereka selama berasrama,  bagi siswa asrama, di SMA Sedes Sapientiae Bedono.  Untuk siswa nonasrama, mereka juga menuliskan refleksi selama bersekolah di SMA Sedes dan pertemanan baru mereka dengan anak asrama. Adyatma Luki Reswara ( X4 ) menjadi juara ke-1 lomba ini yang disusul oleh Aurelia Meidhiana Priadi ( X2 ) dan Theresia Viola Kistiansi      ( X1 ) sebagai juara ke-2 dan ke-3.
Berikutnya, yaitu lomba mengarang puisi yang diperuntukan bagi siswa kelas XI. Dalam lomba ini, para peserta bebas menentukan tema dan jenis puisi yang hendak mereka susun. Gelar juara ke-1 lomba mengarang puisi ini diraih oleh Helen Caesara ( XI Sosial 3 ). Adapun puisi karangan Florencia Rosa  Andriani ( XI Sosial 2 ) dan Michelle Angela Freddyanto ( XI Sosial 3 ) berturut – turut menduduki posisi ke-2 dan ke-3.
            Selanjutnya, yaitu lomba menulis lirik lagu bagi para siswa kelas XII. Setiap kelas diwajibkan untuk mengumpulkan 4 lirik lagu yang bergenre bebas. Lirik lagu karangan Theresia Dewi Ekaristi ( XII Sosial 1 ) ditetapkan sebagai lirik lagu terbaik yang diikuti oleh hasil karya Dani Pratama ( XII Sosial 3 ) dan Veronica Aurelia Avanti.
Selain ketiga lomba tersebut, diselenggarakan pula lomba antar angkatan  yaitu membuat mading bahasa Indonesia dan mading bahasa Inggris. Untuk mading bahasa Indonesia, kelas X  temanya tentang “ Pahlawan “, sedangkan kelas XI  temanya tentang “ Sosial “ dan kelas XII tentang “ Lingkungan “. Semetara untuk mading bahasa Inggris, tema kelas X yaitu tentang “ My Life in Dormitory “, kelas XI tentang “ Education in Highschool “, dan kelas XII tentang “ Me and My Extracurricular Activities “. Adapun juara umum mading bahasa Indonesia diraih oleh kelas XII dan mading bahasa Inggris diraih oleh kelas XI. Dengan diselenggarakannya kegiatan tersebut  siswa semakin kratif dan ide-idenya berkembang dengan baik.
 
Penulis : Calvin Agung Suciawan –
Kelas   : XI SOSIAL 2
Asal     : Bogor

 Puisi dari pemenang I lomba  menulis puisi :

Manusia Kera

Oleh : Helen Caesara

 

Sadarkah?

Kita di sini dengan mereka di sana?

Berbeda namun sama

Bukan dilihat namun dirasa

            Rupa memang tak sama

            Bahkan namapun tak sama

            Tapi sadarkah?

            Kita sama!

Cermin kadang tak bisa mencerminkan

Hanya watak yang tak akan berkata

Amarah, kebencian, keegoisan dan keserakahan

Lihatlah, kita sama

            Mereka di sana bergelantungan di dahan pohon

            Menginjak tanah tanpa alas

            Tak punya hati dan hanya naluri

Kita di sini,

Bergelantungan di gedung-gedung betingkat

Menginjak semen dan beton

Punya hati juga punya naluri

            Sadarlah!

            Kita sama dengan meraka yang di sana

            Merebutkan sesuatu yang diinginkan tetapi tak dibutuhkan

            Amarah dan keegoisan melanda ketika “ada” yang menggangu

Bengis, melupakan hati menggunakan naluri

Hei, manusia!

Bercerminlah dengan mata hati

Tak malukah kau?

Disamakan dengan hal yang tak seharusnya sama



Back to Top