Gema SS Lauda di Gereja St. Paulus Miki Salatiga
24 January 2017
Minggu, 15 Januari 2017, paduan suara dan orkestra SMA Sedes Sapientiae Bedono yang terkenal dengan “SS Lauda” memeriahkan perayaan ekaristi di gereja St. Paulus Miki Salatiga. Acara ini merupakan rangkaian safari koor yang diselenggarakan pada tahun pelajaran 2016/2017 dan pelayanan di gereja St. Paulus Miki Salatiga adalah putaran ke-6 atau terakhir setelah sebelumnya melakukan hal yang sama.
Seluruh anggota “SS Lauda” berangkat dari Bedono pukul 05.00 dan tiba di Salatiga sekitar pukul 5.30. Dengan menggunakan empat bus dan satu mobil L 300, seluruh peserta dan para suster serta para guru dan karyawan sudah siap melakukan pelayanan setengah jam sebelum misa dimulai.
Seluruh anggota “SS Lauda” berangkat dari Bedono pukul 05.00 dan tiba di Salatiga sekitar pukul 5.30. Dengan menggunakan empat bus dan satu mobil L 300, seluruh peserta dan para suster serta para guru dan karyawan sudah siap melakukan pelayanan setengah jam sebelum misa dimulai.
Tugas dan pelayanan “SS Lauda” dalam misa kali ini berlangsung dalam dua kali misa, yaitu pada pukul 06.00 dan 08.00. Misa berlangsung meriah namun tetap khidmat. Harmoni yang tercipta antara paduan suara yang merdu dengan permainan musik yang syahdu menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap penampilan “SS Lauda”. Hal ini membuat umat mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk apresiasi. Rasa bangga dan bahagia terpancar dalam wajah para anggota “SS Lauda” karena dapat melayani umat dan memuliakan Tuhan serta memperkenalkan SMA Sedes Sapientiae Bedono.

Ini adalah hari kedua aku berada jauh dengan orangtuaku. Aku harus menyesuaikan diri dengan banyak hal baru di sini. Mulai bangun pagi, melakukan kegiatan pribadiku tanpa dibantu oleh orangtuaku dan masih banyak lagi. Berat! Namun, aku harus kuat! Mulai kurasakan butir-butir kerinduan di sini. Tapi ini baru awal. Aku baru akan memulainya. Esok pagi aku masih harus berjalan menyusuri rel kereta tua dan jalan yang berliku di pagi-pagi buta. Ah, berat rasanya aku membayangkannya. Kawan, mari pegang tanganku, kita jalani kisah-kisah baru kita bersama-sama.

