Orasi Caketos SMA Sedes Sapientiae Bedono

Orasi Caketos SMA Sedes Sapientiae Bedono Seorang pemimpin adalah orang yang mengetahui jalannya, mengikuti jalannya, dan menunjukkan jalannya. John C. Maxwell. Kutipan ini mengingatkan kita bahwa pada tahun ini adalah tahun dimana banyak orang sedang sibuk mencari dan memilih pemimpin. Demikian pula di SMA Sedes Bedono pun ikut memeriahkan tahun ini dengan masa pencarian pemimpin. Meski hanya dalam lingkup kecil, semoga menjadikan pengalaman berdemokrasi dalam memilih pemimpin.

BEREFLEKSI DALAM ZIARAH DAN REKREASI

BEREFLEKSI DALAM ZIARAH DAN REKREASI Hari Minggu ini kami begitu bersemangat. Udara sejuk pagi ini memberikan kesegaran dalam peziarahan kami. Rosa Mystica semakin memberikan kepuasan tersendiri karena keindahan alam di sekitarnya. Kekhusukan dalam doa semakin membuat kami mendalami iman. Kesegaran semakin terasa saat kami dapat melepaskan segala penat dengan bermain Bersama di Taman Bunga New Celosia Bandungan.

Sedes Berseri dalam Gembira Karnaval Bedono

Sedes Berseri dalam Gembira Karnaval Bedono Keriuhan menelusup di sekolahku. Angin pagi itu pun bergemuruh menambah riuh yang tanpa henti, mengalir, dan menerbangkan pekik MERDEKA disela-sela guguran semerbak bunga-bunga kopi.

Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI

Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI Bendera tunas kelapa itu berkibar di sebelah Sang Saka. Dua bendera yang selalu seiring sejalan mengarungi zaman, menyambut fajar. Berjajar para generasi bangsa ini bersiap membangun sinergi dengan pemangku kepentingan bangsa.

1  ...  3  4  5  6  7  ... 112

Hello 30: Rel Kereta Api Tua yang Menuntunku

15 July 2023

Hello 30: Rel Kereta Api Tua yang Menuntunku
BEDONO, Sabtu (15/7) Langit masih gelap dan Bulan masih bersinar terang ditemani hembusan angin yang kencang. Namun, suara langkah kesana kemari beserta suara bisikan-bisikan sudah memenuhi selasar SMA Sedes Sapientiae Bedono. Itu adalah suara panitia MPLS dan MPLA yang sedang mempersiapkan keperluan untuk kegiatan hari ini yakni perjalanan menyusuri rel kereta api menuju ke Gua Maria Kerep Ambarawa. Kegiatan ini merupakan kegiatan ritual tahunan. Mengapa harus berjalan begitu jauh? Tentu hal ini memiliki makna tersendiri dalam kegiatan ini. Bukan hanya sebuah ritual pelantikan yang tanpa makna. Salah satunya tentu dari perjalanan yang jauh dan melelahkan ini, bermaksud untuk mengajak siswa-siswi baru ini untuk fokus pada tujuan utamanya. Mengingat kembali bahwa setiap cita-cita harus diraih dengan usaha dan perjuangan. Apalagi di tengah gempuran dunia yang serba instan dan maya ini.

Beberapa panitia mulai membangunkan para peserta. Para peserta pun segera mencuci muka dan bersiap-siap. Setelah selesai bersiap-siap, para peserta segera menuju ke lapangan untuk pemanasan dan mendengarkan arahan dari panitia. Di lapangan ini, mereka berbaris sesuai dengan kelompok mereka. Sembari mendengarkan arahan dari panitia, para pendamping kelompok pun mulai berdiri di depan kelompok para peserta. Sebelum berangkat mereka dibagikan roti dan botol air mineral.

Kelompok yang pertama berangkat adalah kelompok satu. Dari kelompok pertama ke kelompok selanjutnya diberi jeda 5 menit agar nantinya tidak terjadi penumpukan di pos pemberhentian. Terdapat 5 pos yang harus mereka lewati untuk menuju Gua Maria Kerep Ambarawa. Di masing-masing pos juga didampingi oleh Bapak/ Ibu guru dan pembimbing. Di empat pos pertama, mereka harus mencatat soal-soal refleksi yang dibacakan oleh panitia yang berjaga di setiap pos. Setelah itu, mereka berhenti di stasiun Jambu untuk sarapan dan minum teh. Terakhir di pos 5, mereka diberi waktu 30 menit untuk menulis jawaban dari soal-soal refleksi tersebut. Selain 5 pos tersebut, terdapat juga pos-pos bayangan yang diisi oleh Bapak/ Ibu guru dan Pembimbing sebagai pemantauan sewaktu-waktu ada siswa yang membutuhkan bantuan. Perjalanan menuju Gua Maria Kerep bukanlah perjalanan yang mudah karena medan yang dilewati cukup sulit. Jalannya yang berbatu, jembatan kayu yang rapuh dan jalur sawah yang becek menjadi tantangan tersendiri dalam perjalanan ini.

Sesampainya di Gua Maria Kerep Ambarawa, para peserta beristirahat sebentar lalu mereka segera berganti baju menjadi baju seragam OSIS SMP untuk persiapan upacara inagurasi. Upacara Inagurasi ini menjadi simbolisasi resmi nya para siswa dan siswi menjadi murid serta bagian dari keluarga SMA Sedes Sapientiae Bedono. Simbolisasi ini dilakukan dengan cara pemakaian jas almamater oleh Sr. M. Colleta, OSF dan Bapak H. Rachmad. Setelah upacara inagurasi, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di Gua Maria Kerep Ambarawa. Selesai makan, para peserta kembali ke asrama dengan menaiki bus. Sesampainya di sekolah mereka segera mengambil sisa barang bawaan mereka kemudian kembali ke asrama untuk mandi dan bebersih diri. Setelah selesai mandi dan bebersih diri para peserta segera menuju ke kamar dan beristirahat tidur.

Sekitar pukul 15.00, para peserta dibangunkan untuk melanjutkan sesi. Sesi kali ini para peserta dibagi menjadi dua kelompok besar. Kelompok pertama menuju ke ruang setrikaan untuk mengikuti tutor setrikaan. Panitia MPLA bertanya terlebih dahulu siapa yang sudah bisa dan biasa menyetrika. Anak-anak yang sudah bisa menyetrika mendapat giliran setrika terlebih dulu agar yang belum bisa menyetrika dapat melihat cara untuk menyetrika. Sementara di kelompok kedua, mereka menuju ke rubel untuk mengikuti tutor rubel. Anak-anak yang di sana mendapat tugas untuk membereskan barang-barang yang masih di packing. Setelah selesai melakukan tugas itu, mereka bertukar tempat sehingga kelompok pertama beraktivitas di rubel sementara kelompok kedua beraktivitas di ruang setrikaan.

Setelah semuanya selesai, para peserta segera menuju ruang makan untuk makan malam. Seusai menyantap makan malam, para peserta segera menuju ke Aula. Di aula, para peserta diajarkan cara berdoa completorium oleh panitia MPLA. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan membaca kitab suci lalu refleksi dan doa malam. Doa malam pun menjadi penutup kegiatan hari ini. Para peserta pun bebersih diri dan istirahat tidur malam.

Penulis: Katarina Radita Shella Yoan
Fotografer: Maria Goretti Anindita Laksmi


Back to Top