KEMAH RAYON BAGUSTO: AJANG PERSAUDARAAN DAN BELAJAR BERTAHAN HIDUP DI ALAM

KEMAH RAYON BAGUSTO: AJANG PERSAUDARAAN DAN BELAJAR BERTAHAN HIDUP DI ALAM Angin malam menyapu dahan dan ranting-ranting meniupkan persahabatan. Menambah beku menusuk dinding-dinding kain sintetis yang mulai mengembun. Empat hari tiga malam aku bergelut dengan alam yang penuh makna. Ada kebersamaan, persaudaraan, dan pelajaran hidup yang menguatkan.

ZIAREK GURU-KARYAWAN: MENEROBOS GERIMIS DALAM KEBERSAMAAN

ZIAREK GURU-KARYAWAN: MENEROBOS GERIMIS DALAM KEBERSAMAAN Langit pagi itu begitu cerah. Namun angin di Selatan menggelayut awan. Aku pikir hari akan hujan di Jogja. Untungnya, hanya gerimis yang mengiringi langkah kami di sela-sela perjalanan refleksi ini. Tentunya, dalam perjalanan ini ada kebersamaan dan keakraban yang kami pungut.

Generasi Pramuka Masa Kini, Harapan Bangsa di Masa Depan

Generasi Pramuka Masa Kini, Harapan Bangsa di Masa Depan Udara pagi begitu sejuk. Daun-daun kelapa melambaikan jemarinya dari tunas-tunas baru. Tunas-tunas kelapa tak pernah punah untuk bangsa ini. Menjadi inti dari kelangsungan hidup bangsa ini.

Kunci Magis: Membuka Pintu Masa Depan

Kunci Magis: Membuka Pintu Masa Depan Selamat datang, para calon pemimpin masa depan! Hari ini, kalian bukan hanya melangkah ke gerbang sekolah baru, tapi juga menggenggam sebuah kunci magis di tangan kalian. Kunci ini bukan terbuat dari logam biasa, melainkan dari semangat, rasa ingin tahu, dan potensi luar biasa yang ada dalam diri setiap individu. Jangan takut untuk memutar kunci ini. Terkadang, pintu yang terbuka mungkin bukan yang kalian bayangkan, tapi percayalah, di baliknya selalu ada hal baru yang menanti untuk dipelajari dan dinikmati.

1  2  3  4  5  ...  111

Alumni Mengajar: Pendidikan Berkualitas Tanpa Bullying

04 December 2024

Alumni Mengajar: Pendidikan Berkualitas Tanpa Bullying

BEDONO. Kamis (21/11) Kami siswa siswi kelas X dan XI bertemu dengan seseorang yang sangat spesial dalam sebuah kegiatan yang diadakan di sekolah. Kegiatan ini merupakan kegiatan alumni mengajar yang sedang dan akan diadakan secara berkelanjutan. Sebagai kegiatan perdana acara ini dapat berjalan dengan lancar. Sekitar pukul 10.00 WIB kegiatan ini dimulai dengan perkenalan kemudian dilanjutkan dengan sharing mengenai bullying.

Hari itu kami kedatangan seorang alumni SMA Sedes Sapientiae Bedono. Mas Wawan namanya, Ia seorang alumni dari SMA Sedes Sapientiae Bedono yang lulus pada tahun 2004. Setelah ia menyelesaikan masa SMA-nya, ia berkuliah di Politeknik Atmi Surakarta. Mas Wawan banyak mengikuti Training Experience semenjak ia lulus dari Politeknik Atmi Surakarta. Ia mengikuti Training Experience di Indonesia dan juga beberapa negara lain, seperti Thailand, Vietnam, Jerman, Malaysia dan Italia. Saat ini mas Wawan bekerja di 2 PT sebagai Marketing and Project Manager di PT. Buana Prima Raya dan Founder di PT. Trimitra Nusantara Sakti.

Dibalik kesuksesan yang ia raih hingga saat ini, ada banyak cerita dan pengalaman yang ia dapatkan sewaktu ia bersekolah di SMA Sedes Sapientiae Bedono. Mas Wawan bercerita pada kami bahwa sewaktu ia bersekolah dahulu ia merupakan korban bullying. Ia menjadi korban bullying secara verbal maupun fisik. Mas Wawan memberikan sosialisasi pada kami tentang Bullying, ia juga mengatakan bahwa bullying itu tergantung pada bagaimana cara kita menyikapi hal itu. Jika kita menyikapinya dengan baik dan tau cara memposisikan diri, maka kita tidak akan merasa menjadi korban bullying. Tetapi bila kita sudah menjadi korban bullying dan tindakan yang dilakukan sudah parah, maka kita berhak untuk melaporkannya kepada pihak sekolah khususnya guru BK.

Di tengah-tengah sharingnya, mas Wawan juga mempersilahkan beberapa dari kami untuk sharing mengenai pengalaman bullying yang pernah kami alami. Setelah itu, ia juga memberikan beberapa lagu yang bertemakan pertemanan. Hari itu membuat kami semua berkomitmen untuk saling mengikat tali pertemanan dan persaudaraan. Kami semua bertekad untuk tidak menjadi pelaku maupun korban bullying dan menjauhi sikap saling membully satu dengan yang lain.

 

Penulis:
Maria Prananda Niran Hapsari/ X.3
Journalist of Sedes Sapientiae



Back to Top